Organisasi Nahdlatul Wathan (NW), yang didirikan oleh Pahlawan Nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, memiliki tiga pilar utama dalam perjuangannya. pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiyah. Salah satu wujud nyata dari pilar pendidikan adalah pendirian Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram, yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Darul Mujahidin NW Mataram.
Yayasan Pendidikan Darul Mujahidin NW Mataram didirikan pada 30 Juni 1987 berdasarkan SK Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Nusa Tenggara Barat Nomor. 40/SK.PW/VT/1987 dan Akta Notaris Nomor. 69 tanggal 19 Agustus 1987. Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram, yang terletak di pusat Kota Mataram, Jalan Kaktus No. 1-3, pada awalnya terdiri dari empat fakultas, salah satunya adalah Fakultas Ilmu Administrasi (FIA). FIA memperoleh izin operasional berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor. 0389/O/1991, bersama dengan Fakultas Sastra, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Ilmu Administrasi.
FIA memiliki dua program studi, yaitu Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Program Studi Ilmu Administrasi Negara, yang merupakan bagian dari Fakultas Ilmu Administrasi UNW Mataram, didirikan pada 19 Agustus 1997 oleh Yayasan Pendidikan Darul Mujahidin NW Mataram. Program studi ini memperoleh izin penyelenggaraan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dengan Nomor. 0389/O/1991. Selanjutnya, izin penyelenggaraan diperpanjang melalui Keputusan Dirjen Dikti Nomor. 712/D/T/2005, Tanggal 4 Maret 2005, dan Nomor. 2402/D/T/2005, tanggal 15 Juli 2005. Perpanjangan izin terakhir diberikan melalui Keputusan Dirjen Dikti Nomor. 13762/D/T/K-VIII/2012, tanggal 3 Desember 2012. Pada tahun 2014, program studi ini memperoleh akreditasi dengan status terakreditasi C dan nilai 270, meskipun proses akreditasi dilakukan tanpa kunjungan lapangan oleh BAN-PT. Akreditasi terakhir didapatkan pada tahun 2021, dengan status Baik.
Saat ini, Program Studi Ilmu Administrasi Negara tengah mengajukan perubahan nama menjadi Program Studi Administrasi Publik. Perubahan ini diharapkan akan memberikan dampak positif dan menjadi angin segar untuk menanggapi perubahan serta tantangan dalam pengelolaan institusi. Hal ini juga merupakan bentuk responsivitas terhadap peraturan pemerintah terkait program studi, sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor. 46/B/HK/2019 tentang Daftar Nama Program Studi pada Perguruan Tinggi.
Dengan berbagai keputusan yang telah diperoleh, Program Studi Ilmu Administrasi Negara berkomitmen untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara mandiri. Kegiatan pendidikan dan pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) yang ada, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Bidang penelitian juga terus ditingkatkan, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dosen. Selain itu, pengabdian kepada masyarakat telah menjadi bagian integral dari kegiatan program studi ini.
Melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi Ilmu Administrasi Negara bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, faktor input (mahasiswa baru), proses pembelajaran, dan output (lulusan) menjadi fokus utama. Proses seleksi calon mahasiswa dilakukan secara ketat untuk memastikan bahwa mereka memiliki potensi yang baik. Selain itu, proses pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga lulusan dapat memenuhi tuntutan dunia kerja. Program studi ini juga terus berupaya meningkatkan diri, baik secara akademik maupun dalam hal sarana dan prasarana pendukung. Evaluasi diri secara rutin dilakukan untuk memastikan kualitas yang terus berkembang.